Category: Olahraga

Sembilan tahun sudah Cristiano Ronaldo berada di Real Madrid. Selama itu pula, Ronaldo menjelma menjadi salah satu megabintang dan menjadi pemain sepakbola paling berbahaya di dunia. Berbagai julukan disematkan untuk Ronaldo dan berbagai trofi sudah digenggam Madrid saat bersamanya. Namun hal itu justru bukan jadi jaminan Ronaldo bertahan. Bahkan kabarnya Ronaldo mulai bersiap-siap untuk hengkang dari Madrid. Apakah benar?

 

Pernyataan Ronaldo yang mungkin akan meninggalkan Santiago Bernabeu ini bahkan diungkapkan saat Madrid tengah dalam hingar-bingar juara Champions. Ronaldo sendiri pernah didakwa atas kasus penggelapan pajak dan beberapa kali dikaitkan dengan Paris Saint-Germain (PSG) serta Manchester United (MU). Bahkan PSG tampak lebih berani memanfaatkan kisruh hubungan Ronaldo dan Madrid dengan memberikan penawaran gaji 45 juta euro (sekitar Rp 729,2 miliar).

 

Nilai kontrak itu jelas sangat menggiurkan karena selama ini masalah Ronaldo dengan Madrid adalah karena gaji yang tak kunjung naik. Apa yang ditawarkan PSG itu adalah dua kali lipat gajinya di Madrid dan jelas lebih besar daripada bayaran Lionel Messi di Barcelona. Jika memang Ronaldo akan merapat ke PSG, maka klub raksasa Prancis itu bakal memiliki trio berbahaya Neymar-Ronaldo-Kylian Mbappe.

 

Meskipun hasrat Nasser Al-Khelaifi sebagai Presiden PSG sangat besar atas Ronaldo, tingginya biaya yang dikeluarkan memang jadi kendala utama. Hanya saja jika PSG bersedia memberikan Neymar ke Madrid, biaya memboyong Ronaldo jelas lebih murah. Belum lagi media Spanyol sempat menginformasikan jika klausul pelepasan pesepakbola berusia 33 tahun itu mencapai satu miliar euro. Namun dengan rencana PSG menjual Edinson Cavani, Goncalo Guedes dan Angel Di Maria, problem keuangan PSG bisa saja teratasi, seperti dilansir AFP.

 

Sergio Ramos Bujuk Ronaldo Agar Tetap di Madrid

 

Di saat PSG begitu semangat ingin memiliki Ronaldo, rekannya di Madrid yakni Sergio Ramos justru tampaknya tak rela. Bahkan Ramos sampai merayu agar CR7 bersedia bertahan. Kepada Football Espana, Ramos menilai kalau Ronaldo adalah kunci utama Madrid dan Los Blancos adalah satu-satunya tempat terbaik untuknya. Banyak memiliki fans, Ramos begitu berharap kalau Ronaldo bersedia bertahan di Madrid dalam beberapa tahun ke depan.

 

Berbeda dengan Ramos, Javier Tebas selaku Presiden La Liga justru tak khawatir kalau Ronaldo akan meninggalkan Spanyol. Kepada media As, Tebas mengakui kalau dirinya memang sempat khawatir kehilangan Ronaldo, tetapi kini brand La Liga jauh lebih kuat sehingga membuatnya tak mempermasalahkan pilihan Ronaldo.

 

Ronaldo Berikan Kode Bertahan di Madrid?

 

Gelar juara Liga Champions 2018 untuk Madrid ini adalah kali keempat bagi Ronaldo. Di tengah kegembiraan itu, pria asal Portugal ini justru memberikan pengumuman mendadak bahwa akan memberikan pengumuman mengenai masa depannya di Madrid dalam beberapa hari ke depan. Namun dalam sebuah momen, beberapa penggemar Bandar togel singapore meyakini jika Ronaldo bakal bertahan dengan memberikan kode positif. Seperti dilansir Daily Mail, Ronaldo berucap terima kasih kepada fans dan siap berjumpa musim depan.

 

Atas ramainya spekulasi nasibnya di Madrid di tengah perayaan kemenangan, mantan punggawa MU itu tak menyesal membicarakannya. Namun hal berbeda justru dilakukan Ramos yang sampai menegur Ronaldo, seperti dilansir Marca. Menyadari kesalahannya, Ronaldo menilai kalau seharusnya dia berbicara di waktu yang lebih pas kendati sama sekali tak menyesal sudah menyinggung hal itu.

 

Jika Liverpool mampu mengalahkan AS Roma 5-2 di kandang mereka, stadion Anfield, Inggris hari Rabu (25/4) dini hari, nasib berbeda dialami Bayern Munich. Calon juara Bundesliga Jerman togel online itu justru dipermalukan raksasa Spanyol, Real Madrid dengan skor 1-2 di Allianz Arena hari Kamis (26/4) dini hari. Hasil ini tentu akan mempersulit laju Bayern ke partai puncak Liga Champions 2018.

 

Sejak peluit babak pertama dimulai, kedua tim memang langsung saling menyerang dan sama-sama kuat. Barulah pada menit ke-28, tuan rumah tersenyum lebar saat Joshua Kimmish melesakkan gol pertama. Tak ingin membiarkan Bayern bahagia terlalu lama, Madrid membuat kejutan jelang babak pertama usai yakni di menit ke-44 lewat tendangan Marcelo.

 

Tak mau dipermalukan, Bayern memulai babak kedua dengan penuh semangat yang berujung pada peluang Thomas Mueller di menit ke-50 tetapi masih kandas. Zinedine Zidane pun juga tak mau pulang ke Spanyol dengan kepala tertunduk, diapun menarik Isco keluar di menit ke-46 dan digantikan oleh Marco Asensio. Asensio menjawab kepercayaan Zidane lewat gol balasan yang mengejutkan punggawa Bayern di menit ke-57.

 

Bayern bisa saja menyamakan skor 2-2 di menit ke-67, tetapi bola sepakan Mueller di depan gawang Madrid masih membentur Robert Lewandowski. Madrid hampir saja berpesta pora saat Cristiano Ronaldo mencetak gol di menit ke-71. Namun gol sang megabintang itu dianulir karena wasit menilai Ronaldo melakukan handball terlebih dulu. Dengan hasil ini, Bayern seolah diteror tim-tim Spanyol. Madrid dengan jajaran pemain, pelatih dan prestasi merupakan sesuatu yang sangat sulit. Apakah mimpi Bayern memboyong trofi Si Telinga Lebar ke Jerman harus pupus?

 

Madrid Sukses di Champions Bukan Perkara Uang

 

Kemenangan Madrid atas Bayern di Jerman ini menjadi torehan ke-150 bagi Los Blancos di Liga Champions. Hal ini juga membuat mereka jadi tim paling sering menang sepanjang sejarah turnamen antarklub paling bergengsi di Eropa itu digelar. Madrid sejauh ini sudah pernah 22 kali tampil di LIga Champions dan meraih juara enam kali.

 

Meskipun menang, kapten Madrid yakni Sergio Ramos tak mau jumawa. “Ini adalah pertandingan hebat di sebuah stadion bagus. Tim juga solid dan bertahan dengan baik. Sekarang kami menuntaskannya di kandang sendiri. Kami belum melakukan apa-apa. Kami harus tetap tenang dan sangat menghormati Bayern,” seperti dilansir Marca.

 

Bagi Toni Kroos sang gelandang, kesuksesan itu bukanlah perkara finansial Madrid yang super kuat. Tak pernah gagal lolos semifinal Liga Champions dalam delapan tahun, menurut Kroos kunci kesuksesan Madrid adalah pada pengalaman. “Jika titel Liga Champions bisa dibeli, kami tidak akan memenangkannya karena kami tidak banyak belanja. Madrid itu istimewa, kami memiliki para pemain di sebuah posisi untuk berlaga di level tertinggi. Kalau anda memiliki banyak pemain dengan pengalaman seperti itu, saat di masa sulit anda tak akan panik dan tahu apa yang harus dilakukan.”

 

Madrid Ingin Ulang Rekor Di Stefano

 

Bergantian menjamu Bayern di leg kedua awal Mei pekan depan, Madrid memang optimis bisa melenggang ke final dan mempertahankan gelar juara karena pertandingan bakal dilangsungkan di Santiago Bernabeu. Mereka bahkan berhasrat meraih lima gelar berturut-turut seperti saat era pelatih Alfredo Di Stefano pada tahun 1950-1960an. Saat itu Madrid jadul meraih delapan gelar juara La Liga dan lima kali Piala Eropa (format lawas Liga Champions) secara beruntun.

Kabar mengejutkan datang dari dua pebulutangkis tunggal putra asal India yakni HS Prannoy dan juga Kidambi Srikanth yang memutuskan untuk mundur dari turnamen Togel Online bertuan rumahkan Indonesia, Indonesian Masters 2018 yang mana tengah berlangsung di Istora Senayan Jakarta hari ini, Selasa (23/1) dari babak kualifikasi sampai tanggal 28 Januari mendatang.

Profil Kedua Pebulutangkis

Untuk kalian yang belum pernah mendengar nama Kidambi Srikanth, ia adalah unggulan nomor dua di turnamen yang bertajuk BWF World Tour Super 500 dengan hadiah yang totalnya US $350.000 atau setara dengan 4,7 milyar. Dan sebagai gantinya, India bakal memasukkan juara dari Persemakmuran Commonwealth Games yakni Parupalli Kashyap.

Alasan mengapa kedua pemain unggulan dari India tersebut mundur dari turnamen ini masih juga menjadi pertanyaan besar dan belum pasti mengapa. Akan tetapi diasumsikan bahwa mereka lebih memilih untuk beristirahat sebelum beberapa pekan yang mana sangat sibuk dalam persiapan mereka untuk main di turnamen India Terbuka dan juga Badminton Asia Team Championships.

Kedua pebulutangkis ini memang tak ikut ambil bagian dalam turnamen Malaysia Masters 2018 yang dihelat pada pekan yang lalu di mana sebagian pemain bulu tangkis papan atas dunia ikut unjuk gigi di sana. Juara Singapore Open Super Series 2017, Sai Praneet B merupakan satu-satunya tunggal putra India yang mana tampil di ajang tersebut walaupun harus kalah di babak  perempat final oleh ungulan teratas yakni Viktor Axelsen yang pada akhirnya keluar menjad juara dari turnamen bergengsi tersebut.

Pemain Lain akan Jadi Gantinya

Sementara itu, selain juga Parupalli Kashyap, pebulutangkis yang duduk di peringkat 30 dunia, yakni Sameer Verma juga bakal ambil bagian di turnamen Indonesian Masters ini. ia juga bakal bersama-sama dengan pemain andalan mereka yang ada di sektor tunggal putrid yaitu Saina Nehwal dan juga PV Sindhu.

PV Sindhu sendiri adalah pemain yang ada di unggulan kedua. Sedangkan Saina Nehwal yang menjadi pemain yang kurang diunggulkan akan menghadapi unggulan ketujuh yang berasal dari Cina yakni Chen Yufei pada babak pertama yang akan digelar pada hari Rabu, 24 Januari 2018 esok.

Di sektor ganda putranya dua wakil yang berasal dari India, yakni pasangan Satwiksairaj Rankireddy/Chairag Shetty serta Manu Attri Summeth Reddy bakal bertarung untuk menjadi yang terbaik. Akan tetapi tak ada pemain India yang akan ada di sektor ganda putrid dan juga ganda campuran.

Raihan Sensasional Kidambi Srikanth

apa yang sudah dicapai oleh Kidambi Srikanth telah membuat image India dalam dunia bulu tangkis menjadi lebih baik bahkan dianggap bulu tangkis di negara tersebut berkembang dengan amat pesat. Nyatanya ada raihan 7 gelar super series di musim ini. pada musim 2017 misalnya, jika PV Sindhu yang akan hadir di Indonesian Masters 2018 berhasil mendapatkan 2 gelar super series dan juga 1 buah gelar grand prix gold lain halnya dengan Kidambi Srikanth.

Pemain tunggal putra yang memutuskan untuk undur diri dari Indonesian Masters 2018 ini sukses melampaui harapan. Pasalnya ia berhasil meraih 4 sekaligus gelar super series dan juga menjadikannya sebagai pemain asal India yang kali pertamanya sukses meraih 4 buah gelar dalam satu musim saja. Di sisi lainnya, kemampuan Srinkath neraih 2 gelar berturut-turut dalam 2 pekan saja layak menjadikannya pemain India yang tak bisa diremehkan.