Category: Insiden

Masifnya pembangunan properti di ibukota Jakarta memakan korban. Sebuah kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan Apartemen Pakubuwono Spring yang berada di jalan Teuku Cut Nyak Arief, kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dilaporkan jika enam orang pekerja menjadi korban tembok runtuh dengan tiga di antaranya tewas.

 

Mardiaz Kusin Dwijananto selaku Kepala Polres Jakarta Selatan menyebutkan jika keenam korban tertimpa salah satu podium yang tengah dibangun. Podium itu mendadak rusak dan patah hingga kecelakaan terjadi. Mardiaz menuturkan jika peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (26/12) malam sekitar pukul 20.15 WIB. Salah satu saksi mata yakni Kurmen yang merupakan mandor pekerja PT Tunas Jaya Sanur menceritakan jika sebelum kejadian, para pekerja Togel Online yang jadi korban sedang mengerjakan plafon di area podium. Dua di antaranya sedang mengecat bagian belakang tetapi tiba-tiba bangunan area podium roboh di bagian tepinya dan menimpa keenam korban di bawahnya.

 

Dengan segera pihak pengawas langsung melakukan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit. Namun dua pekerja sudah meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban meninggal dunia bernama Adi alias Bima (30) asal Purwakarta, Khoirul Ma’sum (35) asal Tulungagung dan Dedi Irawan yang identitasnya belum diketahui. Sementara itu tiga korban luka-luka lain adalah Aris Suryanto bin Sumadi yang mengalami luka patah pergelangan tangan kiri dan kaki kanan, Muklas dengan luka sobek di kepala sebelah kiri dan Idris bin Sohari mendapatkan luka lecet di ketiak kiri kanan serta luka sobek di kaki kiri.

 

Ada Kelalaian? Dokumen Proyek Disita Kepolisian

 

Dalam kesempatan yang sama, Mardiaz menegaskan jika bagian podium yang roboh itu adalah bangunan baru sehingga tidak mempengaruhi konstruksi bangunan apartemen Pakubuwono Spring yang sudah berdiri. Polda Metro Jaya sejauh ini masih menyelidiki penyebab runtuhnya tembok itu hingga menerjunkan tim Laboratorium Forensik (labfor), seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Lantaran kecelakaan maut ini, proyek pembangunan apartemen Pakubuwono Spring dihentikan selama dua hari yakni pada 27-28 Desember 2017. Meskipun begitu dari pantauan di lokasi, masih ada beberapa orang yang menggunakan baju khusus pekerja proyek di TKP. Mengenai adanya unsur kelalaian, kepolisian memang sudah meminta keterangan saksi saat kejadian, penanggung jawab proyek dan tentunya pihak pengembang. Menurut Kombes Argo Yuwono selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden itu bisa jadi tersangka dan dijerat Pasal 359 dan 360 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun.

 

Dan pada hari Kamis (28/12), kepolisian sudah menyita dokumen denah bangunan apartemen Pakubuwono Spring setelah melakukan olah TKP atas bangunan yang ambruk. Dengan tim labfor yang terdiri dari ahli teknik sipil, ahli metalurgi, dan ahli kimia, penyidik tinggal menunggu waktu koordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Kombes Argo juga menyatakan kalau pihak kepolisian segera menyelidiki sistem keselamatan kerja dalam proyek apartemen Pakubuwono Spring.

 

Korban Tembok Pakubuwono Harus Disantuni

 

Mendengar insiden maut yang terjadi di proyek apartemen Pakubuwono Spring, Gubernur Anies Baswedan langsung memberikan komentarnya. Selain mengucapkan ungkapan duka kepada korban dan keluarganya, Anies menegaskan jika sudah seharusnya kalau pihak pengembangan partemen memberikan santunan untuk keluarga korban.

 

“Apakah itu terkait Perda ataukah pidana, jadi biar nanti para petugas melihat. Begitu kaitan dengan Perda kita, akan kita tegakkan. Bila kaitannya dengan pidana, biar aparat penegak hukum yang menegakkan,” tutup Anies.