Bulan: Mei 2020

Parma. Pernah kah anda mendengar nama klu ini? Parma pasalnya sudah kembali berkiprah di Serie A dalam 2 musim terakhir ini. Akan tetapi, wajahnya sekarang ini amat sangat kontras dengan wajah mereka di periode musim 1992-2002.

Parma dan Bintang-Bintangnya Masa 1992-2002

Parma pada saat itu memang dikenal sebagai tim yang bertabur banyak sekali bintang. Tim yang memiliki markas di Stadion Ennio Tardini tersebut terbiasa bersaing dengan klub lainnya di zona papan atas Serie A. tak hanya itu, klub tersebut juga sangat amat akrab dengan gelar.

Memang Parma belum pernah meraih Scudetto karena Cuma berselisih 2 poin saja dengan sang juara, Juventus, di musim 1996/1997. Prestasi terbaik mereka adalah I Gialloblu di pentas domestic yaitu meraih tiga gelar Piala Italia dan juga Piala Super Italia.

Di kawasan Eropa, misalnya, Parma berhasil menancapkan kukunya sebagai salah satu tim yang disegani. Dan tim yang identic dengan warna kuning dan biru ini pernah dua kali juara Piala UEFA, juara Piala Super Eropa di tahun 1993 dan satu kali juara Piala Winners. Kesuksesan yang diraih Parma ini tak lepas dari peran Parmalat.

Parmalat adalah sebuah perusahaan Italia yang dimiliki oleh Calisto Tanzi yang memproduksi makanan dan susu. Gelontoran uang dari perusahaan tersebut lah yang akhirnya membuat Parma bisa sesuka hati mereka mendatangkan pemain-pemain bintang. Di bawah mistar gawang Parma, sempat juga diperkuat oleh legenda penjaga gawang terbaik dunia Italia, Gianlugi Buffon. Buffon adalah salah satu pemain binaan akademi klub sebelum akhirnya ia diboyong ke Juventus.

Tak hanya Buffon, nama-nama tenar yang lainnya seperti misalnya Fabio Cannavaro, Nestor Sensini, Lilian Thuram dan Fernando Couto pun pernah memperkuat tim ini dengan dipasang di lini belakang Parma. Dan dengan mereka berada di tim itu, tentunya Parma disegani oleh tim-tim lawannya. Tidak ketinggalan juga dengan pemain lainnya seperti misalnya Tomas Borlin, Juan Veron, Alain Boghossian dan Dino Baggio di lini tengahnya.

Lini depan Parma pun tak kalah menakutkan. Penyerang kecil Gianfranco Zola juga sempat bermain selama 3 musim dengan serangan Parma sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Chelsea. Tak hanya itu, nama-nama penyerang yang haus akan gol seperti misalnya Faustino Asprilla, Enrico Chiesea dan satu penyerang asing paling baik di Italia, Herman Crespo pun pernah ada di klub itu.

Memang diakui sederet nama itu bisa tampil dengan memukau berkat racikan taktik dari Nevio Scala, Alberto Malesani dan Carlo Ancelotti. Scala sendiri adalah seorang pelatih penting di balik keberhasilan Parma promosi ke Serie A di tahun 1990.

Pudarnya Masa Kejayaan Parma

Akan tetapi sayangnya masa kejayaan Parma pudar dengan perginya para pemain bintang itu. Sebut saja Gianlugi BUffon, Hernan Crespo, Fabio Cannavaro dan Lilian Thuram yang pergi pada awal tahun 2000an.

Dan pada tahun 2004, Parma kemudian dinyatakan pailit setelah mengalami krisis togel hongkong yang dialami oleh perusahaan penyokong utama timnya, Parmalat. Sang pemilik, Tanzi, terbelit skandal finansial dan Parma yang menjadi kekuatan utama di Italia ikut oleng. Tiga tahun setelah itu , Parma langsung diambil alih oleh seorang pengusaha bernama Tommaso Ghiradi. Dan di era Ghiradi, persoalan salah urus klub terjadi lagi. Dan di tahun 2014, pengelolaan keuangan yang buruk terjadi lagi dan kembali lagi bangkrut.

Perdebatan yang panjang tentang siapa yang terbaik antara Lionel Messi dan juga Cristiano Ronaldo masih saja terus berlangsung dan tidak tahu kapan akan ada ujungnya.  Hal ini menjadi perkara yang lumrah karena memang keduanya memiliki talenta dan juga prestasi yang luar biasa.

 

Eks MU Wayne Rooney Ungkap Messi Lebih Baik dari Ronaldo

Namun yang menjadi pertanyaan mengapa sebagian besar mantan penggawa Manchester United malah memilih Messi sebagai yang terbaik adalah hal yang harus dipertanyakan.  Padahal kita semua tahu bahwa Ronaldo pernah membela Manchester United.

 

Misalnya saja penyerang asal Inggris Wayne Rooney yang berkali-kali menegaskan bahwa ia lebih memilih reaksi dibandingkan dengan Ronaldo.  baru-baru ini memang woi woi membenarkan pernyataannya yang cukup kontroversial mengingat dirinya pernah menjadi rekan satu  tim dengan Cristiano Ronaldo.  Dirinya mengakui bahwa ia akan lebih memilih metode dibandingkan dengan Ronaldo.

 

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Rooney dan Ronaldo pernah bahu-membahu membawa Manchester United Menjadi tim terbaik dunia dalam kurun waktu 6 tahun saja yaitu dari tahun 2004 sampai 2010. Dalam periode tersebut keduanya juga sukses meraih 11 gelar prestisius termasuk juga 3 trophy utama Premier League dan satu gelar Liga Champions.  dan yang pasti Rooney dan Ronaldo tercatat sebagai dua penyerang terbaik yang pernah dimiliki oleh Manchester United.  akan tetapi sayangnya Ronaldo tidak sepenuhnya mendapatkan hati Rooney.  Jika disuruh memilih lebih memilih Messi dibandingkan Ronaldo.

 

“Terlepas dari persahabatan saya dengan Cristiano saya selalu memilih Messi.  Sama halnya saat  saya menyaksikan Xavi (Hernandez) dengan (Paul) Scholes,”  kata Rooney  dilansir dari CNN Indonesia.

 

Menurut Rooney sendiri,  Messi adalah seniman sepak bola. pemain yang berasal dari Argentina itu dinilainya bisa mencetak gol dengan mudah tanpa harus menendang sekuat tenaga seperti yang biasanya dilakukan oleh Ronaldo. “Cristiano  kejam di dalam kotak penalti.  Ia adalah  seorang pembunuh. Namun Messi akan menyiksa Anda sebelum membunuh anda. Ia  sepertinya akan bersenang-senang dulu,”  imbuhnya.

 

tapi jauh dari sebelum komentar tersebut muncul dari mulut Rooney ia sudah mengungkapkan kekagumannya kepada Messi di buku biografinya. “Dia  melakukan  hal-hal yang sangat luar biasa…, menurut saya, Messi adalah pemain yang terbaik yang pernah ada di dunia. Caranya bermain dan juga mencetak gol sangatlah luar biasa spektakuler,”  ungkapnya.

 

David Beckham: Messi Tetap Nomor 1 

Hal yang Senada juga diungkapkan oleh legenda Manchester United David Beckham.  Iya juga memiliki pendapat bandar toto online yang sama dengan Rooney.  Walaupun mengakui kedua Mega Bintang tersebut berada di atas memanjang lainnya Messi dianggapnya nomor 1. “Dia (Messi) Sendirian di kelasnya. Tidak mungkin ada pemain yang lainnya seperti dirinya.  Seperti  Ronaldo,  berada di atas pemain yang lainnya. memang sangat mengagumkan bagi dunia sepak bola karena mereka berdua bermain di saat yang bersamaan.  Messi adalah pemain terbaik dunia,” ucapnya.

 

Sementara itu legenda pemain Manchester United yang lainnya,Gary nya Neville dan Nenmaja Vidic,  memilih untuk berada di tengah-tengah saja.  menurut mereka Messi dan Ronaldo dianggap memiliki karakter yang berbeda dan sama-sama menjadi terbaik saat ini.  Keduanya disebut mereka mendominasi perebutan gelar Ballon d’Or  selama jangka waktu 12 tahun.  Messi  dianggap mereka lebih unggul karena bisa mendapatkan 6 buah gelar sementara Ronaldo mengantongi 5 gelar. Akan tetapi dominasi keduanya harus terganggu oleh kehadiran dari Luka Modric yang sempat sukses mengantarkan Real Madrid menuju juara liga Champions dan juga Timnas Kroasia lolos ke  final Piala Dunia 2018.