Tahun: 2019

Ole Gunnar Solksjaer sebagai manajer Manchester United, mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlalu mengkhawatirkan penghentian perekrutan pemain baru bagi skuadnya. Ia menjelaskan bahwa timnya sudah mempunyai tim yang kuat dan mampu tampil kompetitif meskipun tidak ada perekrutan kembali.

Alasan Dibalik Solksjaer Tetap Woles

Saat bursa transfer kemarin, skuad setan merah bergerak cepat. Akhirnya, Manchester United berhasil mendapatkan pemain muda profesional yaitu Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka.Namun, setelah perekrutan dua pemain tersebut belum ada susulan pemain anyar lagi.Digosipkan jika Manchester United akan mendatangkan 2 pemain baru lagi untuk bergabung dalam timnya.

Lantas, mengapa bisa demikian?Ketika dimintai tanggapan terkait terhentinya mendatangkan pemain bursatogel baru, Solksjaer tetap woles. Secara garis besar ia menjelaskan bahwa mempercayai skuad yang dimilikinya.

Berikut ini ada beberapa ulasan sikap tenang Solksjaer berkaitan bursa transfer pemain:

  1. Mempunyai Skuad yang Kuat

Sebagai manajer, Solksjaer percaya bahwa timnya mempunyai kekuatan dan kualitas yang bagus. Maka dari itu, ia tetap optimisme untuk berlaga di musim depan meskipun tidak ada pemain baru yang akan bergabung dalam skuadnya. Barangkali, Solksjaer telah menyiapkan strategi jitu untuk menyiapkan fisik maupun mental timnya dalam pertandingan dekat.

Apalagi Manchester United juga telah mendapatkan pemain yang potensial.Manchester United bisa jadi tampil berbeda dengan sebelumnya.Manchester United tentu menargetkan untuk lebih baik dalam laga ke depannya.Solksjaer tak lepas mengupayakan performa terbaik untuk penampilan skuadnya.

  1. Terus bersabar

Solksjaer juga menegaskan jika timnya mengupayakan pemain baru untuk segera bergabung dengan mereka. Namun, ia menjelaskan kembali bahwa timnya tidak akan melakukan hal semborono dalam perekrutan pembelian pemain. Secara umum, ia mengutarakan akan terus bersabar, karena sangat krusial untuk memeroleh pemain yang sesuai dengan kebutuhan timnya. Ia juga tidak frustrasi dengan keadaannya saat ini.

  1. Tren Yang Positif

Manchester United menunjukkan arah positif setelah menjalani tur pramusim, yang mana ia mendapatkan beberapa kemenangan. Skuad setan merah berhasil mendapatkan dua kemenangan saat uji coba di Australia, yang mana mereka mengalahkan Perth Glory dan Leeds United.Mereka juga berhasil menundukkan Inter Milan saat di Singapura. Manchester United akan diuji kembali menghadapiTottenham Hotspur di Shanghai, pada hari Kamis (25 Juli 2019).

Solskjaer Tak Mau Terbuai Tren Positif Dari Pra Musim

Solksjaer tak ingin besar kepala dengan perolehan positif mereka saat mengikuti tur pra musim.Ia menegaskan bahwa hasil apik bukanlah tujuan dalam tur musim kali ini. Sejauh mengikuti pramusim, Manchester mendapatkan 3 kemenangan dalam 3 kali pertandingan.Skuad merah belum mengalami kebobolan sepanjang pramusim ini.

Solksjaer cukup puas dengan penampilan yang ditunjukkan oleh skuadnya.Meskipun, mendapatkan kemenangan tetapi hal ini bukan menjadi fokus utama pada pra musim.Solksjaer juga ingin membentuk karakter dan filosofi permainan yang ia inginkan kepada timnya. Setelah melakukan uji coba di Shanghai besok, mereka masih mempunyai dua agenda lagi yang akan di gelar di Norwegia dan Wales.

Jadi itulah ulasan Solksjaer dalam meananganiskuadnya. Tampaknya Manchester mulai bangkit dan menunjukkan gaya permainan terbarunnya. Permainan Manchester United bisa jadi semakin agresif dengan tambahan pemain anyar.Meskipun telah memetik banyak kemenagan pra musim, Solksjaer menegaskan hal tersebut bukan menajdi fokus utama mereka. Apakah Solksjaerakan menambah pemain anyar atau tetap dengan timnya yang telah terbentuk?

 

Makspai American Airlines dikabarkan akan membatalkan sebanyak 90 penerbangan tiap harinya sampai dengan April 2019 mendatang dikarenakan Boeing 737 MAX yang masih dilarang beroperasi. Melalui sebuah pernyataan yang dilansir dari CNN Indonesia, pengumuman ini pasalnya dirilis untuk mencegah adanya kebingungan di dalam beberapa waktu ke depan di tengah penyidikan atas Boeing 737 MAX 8 yang sampai sekarang belum selesai.

Sembilan Puluh Penerbangan dibatalkan

“Pembatalan di jauh hari memberikan kemungkinan untuk bisa memesan ulang untuk pelanggan kami,” kata American Airlines dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (23/4).

Pengumuman ini adalah bentuk tindak lanjut dari pernyataan American Airlines sebelumnya yang mana menetapkan bahwa ada pembatalan seluruh penerbangan dengan pesawat jenis Boeing 737 MAX Cuma sampai tanggal 28 Maret 2018 saja.

Pembatalan penerbangan ini pasalnya diumumkan setelah Boeing melarang pengoperasian 371 buah pesawat 737 MAX 8 pasca terjadinya 2 kecelakaan yang mematikan yang juga melibatkan armada jenis itu.

Telah Terjadi 2 Kecelakaan dengan Pesawat Jenis Sama

Kecelakaan yang terbaru adalah pada hari Minggu (10/3), saat pesawat Boeing 737 MAX yang dimiliki oleh Ethiopian Airlines jatuh, tidak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa. Dalam kecelakaan itu, setidaknya 157 orang terbang bersamanya.

Padahal beberapa bulan sebelumnya, yaitu pada bulan Oktober 2018, pesawat dengan jenis yang sama yang mana digunakan oleh maskapai Lion Air JT610 jatuh juga di Laut Jawa. Di dalam kecelakaan pesawat itu setidaknya ada 189 penumpang dan juga awak terbang bersamanya.

Sampai dengan saat ini, penyebab kecelakaannya sendiri masih terus diselidiki dan masih belum menemui titik terang. Tapi banyak spekulasi yang beredar di luar sana bahwa sebetulnya masalah yang terdapat di system keamanan Boeing 737 MAX 8 ini lah yang memaksa moncong pesawat menukik apabila ada gejala kekurangan ketinggian.

Boeing dan juga Badan Aviasi Federal AS (FAA) sampai saat ini masih menggodok peningkatan kapasitas perangkat lunak pesawat 737 MAX 8 guna mengatasi masalah keamanan tersebut. Perusahan Boeing sendiri menyatakan bahwa perangkat lunak tersebut sudah hampir selesai dan kemungkinan bakal selesai dalam “beberapa pecan.”

Pembaruan “Software” Boeing 737 MAX akan Segera Selesai

Kabar akan segera selesainya pembaruan Software Boeing 737 MAX ini terungkap karena maskpai togel online Amerika Serikat yang menggunakan pesawat tersebut melakukan pertemuan dengan Boeing akhir pekan lalu.

Ketiganya adalah American Airlines yang telah disebutkan di atas, United Airlines, dan Southwest Airlines Co. masing-masing dari maskapai tersebut sekarang ini mengoperasikan 24, 14 dan 34 pesawat jet MAX itu. Pertemuan tersebut pasalnya dilakukan guna melakukan peninjauan pembaruan software (perangkat lunak) untuk pesawat jet itu, seperti yang sudah disebutkan oleh pejabat resmi salah satu dari maskapai tersebut dikutip dari CNN Indonesia.

Meskipun software pesawat yang telah mengalami 2 kali kecelakaan fatal dalam 5 bulan terakhir tersebut sudah diperbarui. Akan tetapi software masih memerlukan tinjauan secara berkala lagi. Utusan dari Southwest menyertakan juga ahli dari piloy teknis dan juga tim pelatihan mereka. Mereka pasalnya meninjau dokumentasi dan juga pelatihan yang ada kaitannya dengan speed trim system, seperti yang disebutkan oleh jubir Brandy King, pada hari Jumat (23/3).

Seperti yang sudah diketahui bahwa minggu lalu, tipe Boeing ini mendapatkan larangan terbang di seluruh dunia setelah adanya insiden kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines bulan Maret ini.