Permalukan Bayern Munich 2-1, Real Madrid Tatap Final

Jika Liverpool mampu mengalahkan AS Roma 5-2 di kandang mereka, stadion Anfield, Inggris hari Rabu (25/4) dini hari, nasib berbeda dialami Bayern Munich. Calon juara Bundesliga Jerman togel online itu justru dipermalukan raksasa Spanyol, Real Madrid dengan skor 1-2 di Allianz Arena hari Kamis (26/4) dini hari. Hasil ini tentu akan mempersulit laju Bayern ke partai puncak Liga Champions 2018.

 

Sejak peluit babak pertama dimulai, kedua tim memang langsung saling menyerang dan sama-sama kuat. Barulah pada menit ke-28, tuan rumah tersenyum lebar saat Joshua Kimmish melesakkan gol pertama. Tak ingin membiarkan Bayern bahagia terlalu lama, Madrid membuat kejutan jelang babak pertama usai yakni di menit ke-44 lewat tendangan Marcelo.

 

Tak mau dipermalukan, Bayern memulai babak kedua dengan penuh semangat yang berujung pada peluang Thomas Mueller di menit ke-50 tetapi masih kandas. Zinedine Zidane pun juga tak mau pulang ke Spanyol dengan kepala tertunduk, diapun menarik Isco keluar di menit ke-46 dan digantikan oleh Marco Asensio. Asensio menjawab kepercayaan Zidane lewat gol balasan yang mengejutkan punggawa Bayern di menit ke-57.

 

Bayern bisa saja menyamakan skor 2-2 di menit ke-67, tetapi bola sepakan Mueller di depan gawang Madrid masih membentur Robert Lewandowski. Madrid hampir saja berpesta pora saat Cristiano Ronaldo mencetak gol di menit ke-71. Namun gol sang megabintang itu dianulir karena wasit menilai Ronaldo melakukan handball terlebih dulu. Dengan hasil ini, Bayern seolah diteror tim-tim Spanyol. Madrid dengan jajaran pemain, pelatih dan prestasi merupakan sesuatu yang sangat sulit. Apakah mimpi Bayern memboyong trofi Si Telinga Lebar ke Jerman harus pupus?

 

Madrid Sukses di Champions Bukan Perkara Uang

 

Kemenangan Madrid atas Bayern di Jerman ini menjadi torehan ke-150 bagi Los Blancos di Liga Champions. Hal ini juga membuat mereka jadi tim paling sering menang sepanjang sejarah turnamen antarklub paling bergengsi di Eropa itu digelar. Madrid sejauh ini sudah pernah 22 kali tampil di LIga Champions dan meraih juara enam kali.

 

Meskipun menang, kapten Madrid yakni Sergio Ramos tak mau jumawa. “Ini adalah pertandingan hebat di sebuah stadion bagus. Tim juga solid dan bertahan dengan baik. Sekarang kami menuntaskannya di kandang sendiri. Kami belum melakukan apa-apa. Kami harus tetap tenang dan sangat menghormati Bayern,” seperti dilansir Marca.

 

Bagi Toni Kroos sang gelandang, kesuksesan itu bukanlah perkara finansial Madrid yang super kuat. Tak pernah gagal lolos semifinal Liga Champions dalam delapan tahun, menurut Kroos kunci kesuksesan Madrid adalah pada pengalaman. “Jika titel Liga Champions bisa dibeli, kami tidak akan memenangkannya karena kami tidak banyak belanja. Madrid itu istimewa, kami memiliki para pemain di sebuah posisi untuk berlaga di level tertinggi. Kalau anda memiliki banyak pemain dengan pengalaman seperti itu, saat di masa sulit anda tak akan panik dan tahu apa yang harus dilakukan.”

 

Madrid Ingin Ulang Rekor Di Stefano

 

Bergantian menjamu Bayern di leg kedua awal Mei pekan depan, Madrid memang optimis bisa melenggang ke final dan mempertahankan gelar juara karena pertandingan bakal dilangsungkan di Santiago Bernabeu. Mereka bahkan berhasrat meraih lima gelar berturut-turut seperti saat era pelatih Alfredo Di Stefano pada tahun 1950-1960an. Saat itu Madrid jadul meraih delapan gelar juara La Liga dan lima kali Piala Eropa (format lawas Liga Champions) secara beruntun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *