Komisioner KPU Garut dan Ketua Panwaslu Jadi Tersangka Kasus Suap

Polda Jawa Barat akhirnya menetapkan 3 orang tersangka yang mana menjadi tersangka kasus dugaan suap dalam upaya meloloskan salah satu calon Togel Online yang akan ikut di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Garut 2018.

Tiga Tersangka ditetapkan

Ketiganya adalah Komisioner KPU Garut yaitu Ade Sudrajat (50), Ketua Panwaslu Garut yakni Heri Hasan Basri (38) dan Didin Wahyudi yang disinyalir sebagai pemberi suap untuk bisa meloloskan pasangan calon independen yakni Soni Sondani-Usep Nurdin.

Pasalnya ini berawal dari beberapa informasi dari masyarakat terkait dengan adanya dugaan suap. “Berawal dari informasi masyarakat ketika penetapan pasangan calon. Ini informasinya telah beredar sekitar ya, satu bulan yang lalu,” ungkap Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto dalam keterangan pers yang bertempat di Polda Jabar, Bandung, hari ini, Senin (26/2).

Pihaknya sendiri lalu mendapati struk ATM sebagai salah satu buktinya, yang menjadi bukti transfer yang mana dilakukan oleh Didin pada Panwas Garut. “Bahwa DM sudah memberikan uang yang besarnya Rp. 10 juta pada HHB, dan juga memberikan uang pada AS besarnya kurang lebih Rp.100 juta,” imbuhnya lagi.

Kemudian kepolisian akhirnya melakukan pengecekan ke bank di mana DW menransfer dan juga akhirnya mendapati bahwa transaksi tersebut terdaftar. “Kemudian dilakukan pemeriksaan dan juga penyelidikan gratifikasi komisioner KPU Garut dan juga Panwas dengan barang bukti 1 unit mobil jenis Daihatsu Sigra,” lanjut Agung.

Tidak hanya itu, polisi juga menyita barang bukti berupa kwitansi, sejumlah telepon genggam, dan 3 buah buku tabungan. “Siapa saja yang tersangkut akan kita proses,” tegasnya sekali lagi.

HBB dan AS pasalnya disangkakan melanggar pasal 11 No, 20 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Penyelenggaraan Negara. Sementara itu DW sendiri disangkakan dengan pasal 5 UU Tindak Pidana Pencucian Uang. Tiga orang tersebut saat ini sudah ditahan di Polda Jabar.

Polisi Tetapkan Penyuap KPU Garut

selain 3 tersangka di atas, pasalnya ada 1 lagi tersangka baru yang ditetapkan hari ini, Senin (26/2) pagi dalam kasus dugaan suap dan juga gratifikasi yang melibatkan Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Garut. Orang yang mana diduga kena jerat pidana saat ini memiliki inisial DD yang diduga member suap.

Dalam pesan elektroniknya yang mana diberikan oleh Hari Suprapto, Kepala Bidang Humas Polda Jabar, membenarkan hal ini. “Betul sekali, ada penambahan satu lagi,” katanya hari Minggu (25/2) malam. Tersangka yang mana berinisial DD itu diduga memberikan suap pada Ketua Panwaslu Garut dan juga Komisioner KPU Garut untuk bisa meloloskan salah satu pasangan calon yang akan maju ke Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Garut tahun 2018.

Dan atas penangkapan tersebut polisi pasalnya akan terus mendalami penyelidikan untuk mengembangkan kasus ini. “Besok pagi kami akan menggelar konferensi pers jam 8,” imbuhnya. Sebagai mana sudah diketahui public, Heri Hasan Basri dan Ade Sudrajat diamankan polisi melalui OTT (operasi tangkap tangan) karena keduanya diduga menerima suap untuk meloloskan salah satu pasangan calon Pilkada Garut 2018.

Berdasarkan data dari KPU, ada 6 pasangan bakal calon yang sudah terdaftar ikut di Pilkada Garut 2018. Dan dalam tahap penetapan pasangan calon tersebut, KPU Garut telah meloloskan 4 di antaranya. Dua yang lainnya disebut tidak memenuhi syarat yaitu pasangan Soni Sondani-Usep Nurdin dan Agus Supriadi-Imas Aan Ubudiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *